5 CIRI DAN MANFAAT BERBISNIS SYARIAH - Pusat Bisnis Syariah

Pusat Bisnis Syariah

HALAL - AKAD SESUAI SYARIAH - AMANAH

New

Order Via Whatsapp sub menu

Minggu, 27 Januari 2019

5 CIRI DAN MANFAAT BERBISNIS SYARIAH




Sebelum kita membahas tentang  5 manfaat berbisnis syariah kita harus mengerti apa itu bisnis syariah dan apa saja ciri-ciri bisnis syariah itu.

PENGERTIAN

Bisnis syariah ialah bisnis yang berlandaskan hukum syariah atau sistem Islam.

Bisnis syariah sendiri berasal dari dua kata yakni bisnis dan syariah.

Bisnis artinya segala hal yang berhubungan dengan jual beli. Marketing, operasional, selling, penataan keuangan, dan masih banyak lagi.

Sedangkan syariah artinya aturan dari Allah SWT melalui Rasulullah Muhammad SAW supaya manusia tidak merugikan dirinya sendiri dan merugikan orang lain.

Kegiatan bisnis syariah bukan hanya mentargetkan keuntungan. Namun juga mentargetkan kepatuhan pada Al Quran dan Hadist.

Jadi bisnis ini mendapatkan keuntungan dengan cara yang halal dan meninggalkan yang haram.

CIRI – CIRI BISNIS SYARIAH

Dalam aspek marketing atau pemasaran atau promosi :

a. Tidak membohongi konsumen

Mengimplementasi aturan secara syari. Jadi harus memiliki kesesuaian antara teori dan praktik. Antara yang dipahami dan apa yang diterapkan sehingga bukan sekedar melihat untung dan rugi.
Tidak hanya berorientasi pada dunia namun juga akherat. Mendapatkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya di dalam Islam itu diperbolehkan hanya saja bukan hanya itu orientasinya. Namun dengan menjadikan bisnis yang dikerjakannya sebagai ladang ibadahnya yang akan menjadikannya pahala.

MANFAAT BISNIS SYARIAH

Di dalam bisnis banyak pengalaman akan diperoleh baik di segi manajemen, mengenal tempat, mengenal barang dan lain-lain lagi. Di dalam Islam mencari ilmu dan pengalaman sangat dituntut.
  • Keberlangsungan. Target yang telah dicapai dengan pertumbuhan setiap tahunnya harus dijaga keberlangsungannya agar perusahaan dapat exis dalam kurun waktu yang lama.
  • Keberkahan. Semua tujuan yang telah tercapai tidak akan berarti apa-apa jika tidak ada keberkahan di dalamnya. Maka bisnis Islam menempatkan berkah sebagai tujuan inti, karena ia merupakan bentuk dari diterimanya segala aktivitas manusia. Keberkahan ini menjadi bukti bahwa bisnis yang dilakukan oleh pengusaha muslim telah mendapat rida dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bernilai ibadah.
  • Pertumbuhan. Jika profit materi dan profit non materi telah diraih, perusahaan harus berupaya menjaga pertumbuhan agar selalu meningkat. Upaya peningkatan ini juga harus selalu dalam koridor syariah, bukan menghalalkan segala cara.
  • Target hasil: profit-materi dan benefit-nonmateri. Artinya bahwa bisnis tidak hanya untuk mencari profit (qimah madiyah atau nilai materi) setinggi-tingginya, tetapi juga harus dapat memperoleh dan memberikan benefit (keuntungan atau manfaat) nonmateri kepada internal organisasi perusahaan dan eksternal (lingkungan), seperti terciptanya suasana persaudaraan, kepedulian sosial dan sebagainya.
  • Benefit. Yang dimaksudkan tidaklah semata memberikan manfaat kebendaan, tetapi juga dapat bersifat nonmateri. Islam memandang bahwa tujuan suatu amal perbuatan tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata. Masih ada tiga orientasi lainnya, yakni :
    • Pengelola berusaha memberikan manfaat yang bersifat kemanusiaan melalui kesempatan kerja, bantuan sosial (sedekah), dan bantuan lainnya.
    • Nilai-nilai akhlak mulia menjadi suatu keharusan yang harus muncul dalam setiap aktivitas bisnis sehingga tercipta hubungan persaudaraan yang Islami, bukan sekadar hubungan fungsional atau profesional.
    • Aktivitas dijadikan sebagai media untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad