TAUSIAH CINTA : MENIKAH TANPA PACARAN - Pusat Bisnis Syariah

Pusat Bisnis Syariah

HALAL - AKAD SESUAI SYARIAH - AMANAH

New

Order Via Whatsapp sub menu

Sabtu, 02 Maret 2019

TAUSIAH CINTA : MENIKAH TANPA PACARAN



Assalamu’alaikum sahabat shaliha, adakah yang tahun ini berniat ganti status ? kalau iya, maka tausiyah islam tepatnya tausiyah cinta kali ini akan sangat tepat untuk kita bahas bagi para singlelillah.. (karena jones a.k.a jomblo ngenes udah mainstream ya) hehe... Mungkin, sebagian besar dari kita akan berpikir, bagaimana mungkin kita akan menikah dengan orang yang tidak kita kenal sebelumnya? Kita tidak tahu bagaimana sesungguhnya ia, selain hanya dari profil singkat yang tertulis di selembar kertas berikut foto close-up yang diberikan kepada ustadz, ustadzah, atau wali yang kita percaya untuk dita’arufkan.

Lalu dari profil berikut foto tersebut kita dipertemukan secara langsung dengannya bersama wali ta’aruf. Tak banyak obrolan yang bisa diobrolkan dalam ta’aruf tersebut. Obrolan hanya berlangsung beberapa menit saja, dan setelah itu wali ta’aruf kita meminta kepada yang dita’arufkan untuk memberikan jawabannya dalam tempo waktu yang amat singkat, satu atau dua minggu saja. 

Tentunya, dalam mencari pasangan hidup tidak semua orang akan mau diatur dengan aturan seperti itu. Cara seperti itu dinilai kurang bisa mendekatkan antar calon pasangan yang seharusnya saling mengenal satu sama lain sebelum melangkah ke gerbang pernikahan. Mereka berpendapat, dengan saling mengenal satu sama lain inilah diharapkan segala problema yang terjadi saat menikah nanti dapat dilampaui dengan baik karena keduanya sudah tahu sifat dan karakternya masing-masing.

Padahal, dalam beberapa kumpulan tausiyah cinta sering sekali disampaikan beberapa hadist terkait pernikahan dan bukan “pacaran”. Salah satu contohnya yang ada dalam buku karya M. As’ad Mahmud, Lc. Yang berjudul “Kado Pernikahan Istimewa”.

 Dari Abdullah bin Ma’sud ia berkata : Rasulullah SAW bersabda kepada kami, “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian mampu, maka menikahlah. Sebab hal itu lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Dan barangsiapa belum mampu, maka berpuasalah. Sebab, itu akan menjaga perisainya”. (HR. Bukhari dan Muslim)


Maka jelas, dalam banyak buku tausiyah cinta, fikih, dan buku-buku pedoman prapernikahan Islam telah mengatur persoalan ini sesuai dengan syariat-Nya.

 Lalu apakah melalui proses mengenal satu sama lain sebelum menjejaki bahtera rumah tangga ini bisa menjadi jaminan bahwa kelak rumah tangganya akan lebih harmonis?

Jawabannya, jelas belum tentu. Jika alasan mereka karena takut terjadi perceraian lantaran belum mengenal sebelumnya, toh di luar sana banyak kasus yang bertahun-tahun pacaran tetapi baru beberapa bulan menikah justru sudah cerai.

Sebetulnya, apa yang selama ini mereka khawatirkan-takut jika nanti terjadi perceraian jika menikah dengan orang yang tidak dikenali sebelumnya-tidak sepenuhnya terbukti. Banyak dari mereka yang menikah dengan tanpa pacaran, berhasil melalui tahun-tahun tersulit dengan baik, karena tentu saja pedoman mereka adalah rumah tangga ala Nabi Muhammad SAW. 


Lalu, bagaimana jika mereka belum menaruh hati dengan si calon pasangannya? Bagaimana pula jika sudah menikah nanti, kita tak juga bisa mencintai pasangan? Tak perlu risau, tak perlu galau, karena Allah berjanji akan menumbuhkan cinta dan kasih sayang dalam pernikahan selama pernikahan tersebut didasari atas kecintaan kepada-Nya. Sebagaimana firman Allah yang sudah sering kita lihat di berbagai akun-akun tausiyah islam maupun tausiyah cinta, firman Allah yang sangat terkenal ...

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” [QS. Ar Ruum [30] : 21]
.....
Hayoo jadi ganti status gak nih ??

Semoga sedikit tausiyah cinta dari Pusat Bisnis Syariah kali ini bisa menambah cinta kita kepada-Nya dan kepada sesama.

Jazakallah khairan,
Wassalamu’alaikum 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad